Kamis, 19 Januari 2012

SEJARAH KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAW


A. Keadaan Penduduk Mekah Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Sebagian besar penduduk Mekah menyembah berhala. Akhlak dan tingkah laku mereka sangat buruk, moralnya sudah rusak. Minum-minuman keras dan mabuk-mabukan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Usaha dan perekonomian mereka sudah cukup maju. Mereka suka berdagang ke luar negeri. Diantara mereka banyak yang menjadi saudagar, namun dari hasil usahanya untuk berjudi, berfoya-foya dan mabuk-mabukan.
Selain menyembah berhala mereka juga percaya kepada Tahayul, percaya kepada ramalan nasib, mereka suka mengundi nasib dengan anak panah di depan berhala Uzza dan di dekat Ka’bah.
Dalam masyarakat Arab terdapat beberapa golongan. Diantaranya adalah golongan bangsawan, yaitu golongan dari keturunan terhormat. Nabi Muhammad dilahirkan dari keluarga golongan bangsawan Quraisy yang sangat dihormati dan disegani.
B. Silsilah Keturunan Nabi Muhammad SAW.
Ayah Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abdul Muthalib. Setelah menikah dengan Aminah, Abdullah pergi berdagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan pulang Abdullah sakit hingga meninggal dan dimakamkan di Madinah. Abdullah wafat, Aminah sedang mengandung Nabi Muhammad SAW. Sehingga ketika beliau lahir dalam keadaan Yatim. Ibunda Nabi Muhammad SAW bernama Aminah binti Wahab, berasal dari kota Madinah. Aminah adalah wanita terhormat dan berbudi luhur.
A. Nabi Muhammad SAW lahir.
Nabi Muhammad SAW lahirpada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah bertepatan tanggal 20 April 571 Masehi.
Aminah menceritakan pada waktu melahirkan dia merasakan di sekelilingnya ada cahaya gemerlap bagaikan bintang berjatuhan. Pada waktu itu kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib sedang berada di Ka’bah, mendengar cucunya lahir Abdul Muthalib pulang dan merasa bangga serta gembira karena cucu yang dinantikan sudah lahir. Kemudian Abdul Muthalib memberi nama Muhammad artinya “orang yang terpuji”.
B. Masa Bayi Nabi Muhammad SAW
1. Tanggapan Masyarakat Mekah terhadap Kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Masyarakat Mekah menyambutgembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, karena ia adalah cucu laki-laki dari Abdul Muthalib yang sangat dihormati.
2. Nabi Muhammad SAW dalam Asuhan Halimah.
Ketika Nabi Muhammad SAW masih bayi, beliau disusui oleh ibunya selama 3 hari. Kemudian disusui oleh Suwaibah selama beberapa hari. Selanjutnya disusui oleh Halimah binti Abi Dzuaib dari DESAH Sa’diyah selama 4 tahun. Suami Halimah Sa’diyah bernama Haris bin Abdul Muthalib Uzza yang terkenal dengan sebutan Abu Kabsyah. Keluarga Halimah sangat menyenangi Muhammad. Mereka mengasuh dan menyayangi Muhammad dengan penuh kasih sayang seperti kepada anaknya sendiri.
3. Nabi Muhammad SAW Menjadi Yatim Piatu
Setelah 4 tahun Halimah mengasuh Nabi Muhammad SAW lalu mengembalikannya kepada ibunya Aminah. Sejak itu Nabi Muhammad SAW diasuh oleh ibunya sendiri dengan dibantu oleh seorang wanita bernama Ummu Aiman.
Ketika berumur 6 tahun Nabi Muhammad SAW diajak ibunya pergi ke kota Yasrib untuk berziarah ke makam ayahnya dan mengunjungi keluarganya yang tinggal di Yasrib. Dalam perjalanan itu, ikut pula Ummu Aiman.
Dalam perjalanan pulang Aminah sakit parah hingga wafat dan dimakamkan di desa Abwa’ yaitu desa yang terletak antara Mekah dan Madinah. Dalam usia 6 tahun beliau sudah menjadi yatim piatu.

4. Nabi Muhammad SAW dalam Asuhan Abdul Muthalib.
Selesai pemakaman Aminah, Ummu Aiman membawa Nabi Muhammad SAW pulang ke Mekah ia menyerahkan kepada Abdul Muthalib, kakeknya. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Abdul Muthalib hanya sempat mengasuh cucunya selama 2 tahun. Abdul Muthalib meninggal dalam usia 80 tahun. Setelah kakeknya wafat beliau ikut pamannya Abu Thalib.
Sumber dari berbagai Sumber

March 2nd, 2010 | Tags: , , , , , | Category: bioggrafi | One commen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar